dia sosok terindah, dia sosok yang tersakiti,
tak disangka akan berahir seperti ini lagi,
mungkin sudah waktunya untuk berhenti,
dimana kita tak lagi tertawa menjelang pagi.
∆ ∆ ∆
bukan lagi warna yang menghanyutkan kita,
tak ada lagi pesan dalam goresan tinta,
rumput ditanah merah pun kini membisu,
mengungkap semua keindahan yang palsu.
▲▲▲